Sabtu, 14 Januari 2017

Amaliah Bulan Asyura'

JAMA AH MUJAHADAH
NIHADLUL MUSTAGHFIRIN JATIROTO
Litachsilil jami’il maqoshid min umuriddunya wal akhiroh
Sekretariat :Sukorejo Rt 02 /05Kelurahan Jatiroto Wonogiri

Sampaikanlah dariku meski satu ayat (al-Hadits)
AMALIAH HARI ASYURA’

Tanggal 10 Muharram adalah tanggal yang bersejarah yang penuh makna, yang perlu kita sikapi dengan berbagai kegiatan yang positif dalam upayameningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Banyak fadlilah dan peristiwa penting yang dialami para rasul, terjadi pada tanggal tersebut.Diantara sikap tersebut adalah,

1.    Menjadikan Tanggal 10 Muharram Sebagai Hari Kasih Sayang
Jika orang-orang Nasrani memiliki hari kasih sayang yang dikenal dengan sebutan Valentine’s Day, maka Islam mengajarkan pada bulan Muharram untuk lebih menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap anak–anak yatim, yang belum baligh tentunya. Rasulullah bersabda :
مَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلىَ رَأْسِ يَتِيْمٍ يَوْمَ عَاشُرْاَءَ رُفِعَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً .
“Barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura’, maka akan diangkat derajatnya, setiap helai rambut (yang diusap) satu derajat.”(HR. Abullaits)
Istilah membelai rambut dalam hadits tersebut hanyalah kiasan saja. Karena tanda-tanda kasih sayang terhadap seorang anak adalah dengan membelai rambutnya. Namun yang lebih penting bukanlah belaian rambutnya, akan tetapi memberikan dan menyukupi kebutuhan mereka. Misalnya santunan makanan, pakaian, perlindungan, peralatan sekolah, atau fasilitas lainnya.Terlebih jika mau menjadi orang tua asuh bagi mereka, maka dijanjikan akan bersama-sama dengan Rasulallah kelak disurga.
2.    Mengisi dengan ibadah Puasa.
Puasatanggal 10 Muharram  sudah pernah dilakukan oleh kaum jahiliyyah bangsa Quraisy.  Mereka berpuasa pada hari itu, karena mereka beranggapan bahwa pada hari itu adalah hari kemenangan Musa AS terhadap Fir’aun, maka mereka mengagungkan hari itu dengan berpuasa.Ketika hal tersebut disampaikan kepadaRasulallah, maka beliau menjawab, “Kami lebih layak mengikuti jejak nabi  Musa dari pada kamu, maka kemudian Nabi SAW pun menyuruh para sahabat supaya berpuasa.”(HR. Said bin Jubair)
Dalam hadits lain disebutkan:
أَرْبَعٌ لَمْ يَدَعْهُنَّ اَلنَّبِيُّ ص.م  صَياْمُ عَاشُرَاءَ وَصَوْمُ يَوْمَ الْعَشْرِ وَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ الْغَدَاةِ
“Empat macam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW ; Puasa hari Asy syura’, puaasa hari-hari sepuluh, puasa tiga hari tiap bulan dan dua rakaat sebelum sholat shubuh.”(HR. Abu Laits).
Kemudian hadits lain juga menguatkan
صَوْمُ يَوْمِ عَاشُرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَّةً . رواه مسلم
“Puasa pada hari Asyura’ (dapat) menghapus dosa untuk setahun yang telah lampau.”(HR. Muslim)
3.    Mengisi Dengan Ibadah Sholat.
Hujjatul Islam imam al-Ghazali menjelaskan amalan berupa shalat yang dilakukan pada malam suro, yaitu shalat yung biasa dilakukan para Salaf ash-Sholihin. Ini diriwayatkan dalam kategori shalat yang biasa dikerjakan oleh para ulama salaf, dan mereka menamakannya shalat Khoir. Mereka berkumpul untuk mengerjakan dan terkadang secara berjamaah. Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri dia berkata, ‘Saya diberitahu oleh 30 sahabat Nabi saw. bahwa siapa yang  melaksanakan shalat tersebut pada malam itu, Allah melihatnya 70 kali, yang pada setiap kalinya Allah mengabulkan 70 hajatnya. Hajat yang paling rendah adalah ampunan.” (Ihya Ulumiddin, juz I hal 210)
Dalam Hadits lain disebutkan
مَنْ صَلَى فِيْهِ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ مَرَّةً وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ إِحْدَى وَخَمْسِيْنَ مَرَّةً غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوْبَ خَمْسِيْنَ عَامًا
“Barang siapa sholat empat rakaat pada hari Asyura, yang pada iap rakaat membaca Fatichah satu kalidan surat Ikhlas sebanyak lima puluh satu kali, maka Allah akan mengampuni dosa selama lima puluh tahun.”
4.    Menggembirakan Anggota Keluarga.
Hal ini sesuai dengan Hadits riayat Baihaqi, yang menyebutkan ;
مَنْ أَوْسَعَ عَلىَ عِيَالِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُرَاءَ أَوْسَعَ اللهُ إِلَيْهِ سَائِرَ سَنَةٍ
“Barang siapa melapangkan (memberi kelonggaran) keluarga dan ahlinya pada hari Asyura’ maka Allah akan melapangkan baginya pula pada tahun bersangkutan .”(HR. Al-Baihaqi)


Selain yang telah disebutkan diatas, amaliyyah–amaliyyah Hari Asyura yang lain adalah ;
1.    Memperbanyak membaca ;

حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْر

Fadlilahnya  Insya Allah tidak mati  pada tahun itu.


2.    Mandi Sunah,

مَنْ اغْتَسَلَ وَتَطَهَّرَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ لمَ يَمْرِضْ فِيْ سَنَّتِهِ إِلاَّ مَرَضَ الْمَوْتِ

“Barangsiapa mandi dan bersuci pada hari Asyura’, maka pada tahun itu ia (dengan izin Allah) tidak akan mengalami sakit, kecuali sakit yang menyebabkan kematian.”

3.    Banyak bersedekah, Fadlilahnya, Allah akan menjauhkan dari siksa neraka sejauh jarak seekor gagak yang terbang tanpa henti, dari kecil sehingga ia mati.
4.     Menjenguk orang sakit ;

مَنْ عَادَ مَرِيْضًا فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَكَأَنَّمَا عَادَ مَرَضَى أَوْلاَدِ اَدَمَ كُلَّهُمْ

“Barang siapa menjenguk orang sakit pada bulan Asyura’, maka seakan-akan ia telah menjenguk semua orang yang sakit dari keturunan anak Adam.”


5.    Bercelak, keutamaannya, ia tidak akan terkena sakit mata pada tahun itu.
6.    Menjamu orang yang berbuka puasa, fadlilahnya akan mendapatkan pahala seperti memberi semua orang islam yang berpuasa.
Perlu diketahui, bahwa amalan-malan yang diakuan di Hari Asyura’ ini, sebagian besar tidak berlandaskan pada dasar yang cukup kuat, Namun sebagian Ulama’ menganjurkan sebagai bagian dari Fadloilul A’mal (Penambah keutamaan beribadah), atau pembangkit semangat beribadah, maka hal tersebut baik untuk diamalkan. Kecuali Berpuasa dan berbuat baik terhadap keluarga, maka keduanya mempunyai hukum yang kuat.

ASYURO’ HARI KERAMAT, BENARKAH?
Kalaupun ada kepercayaan bahwa bulan Suro itu merupakan bulan gawat atau bulan sial, atau “bulan keramat”, boleh jadi itu ada kaitannya dengan tragedi terbunuhnya sayyidina Husain bin Ali oleh anak buah Khalifah Yazid bin Muawiyah, yang terjadi pada hari ­Asyuro (tanggal 10) bulan Muharram. Dalam khazanah kitab kuning, memang ada pendapat yang menghubung-hubungkan puasa Asyuro’ dengan musibah Husain tersebut. Akantetapi kita tidak perlu memperpanjang dengan aplikasi yang belum tentu kebenaranya. 
Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa bulan ini adalah bulan yang istimewa bagi makhluk halus, sehingga banyak ritual-ritual mistis dilakukan pada bulan ini.
Lalu, apakah kita harus berhati-hati di bulan Syuro terhadap makhluk halus? Sikap berhati-hati, dalam pengertian positif, tidak hanya dianjurkan di bulan Syuro’ dan terhadap makhluk halus saja. Setiap saat kita dituntut untuk selalu berhati-hati bahkan terhadap diri kita sendiri.
Allah menciptakan beragam makhluk yang menghuni jagat alam raya ini. Mulai yang tampak dan dapat kita rasakan keberadaannya, sampai pada makhluk yang tidak tampak sama sekali semisal jin atau setan. Tidak pula Allah menciptakan mereka itu baik, karena di antara mereka ada pula yang buruk. Maka, tak salah Allah mengajarkan:
...مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ والنَّاسِ
...dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunya, yang (membisikkan) kejahatan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”(QS. An-Naas).

Peristiwa-Peristiwa Penting Pada Hari Asyura’
±    Allah menerima Taubatnya Nabi Adam AS.
±    Allah mengangkat Derajat Nabi Idris AS.
±    Perahu Nabi Nuh diselamatkan.
±    Lahirnya Nabi Ibrahim, diangkatnya menjadi Kholilullah, serta diselamatkan dari api ketika dibakar oleh Raja Namrudz.
±    Allah menerima Taubat Nabi Dawud AS.
±    Allah mengangkat Nabi Isa AS ke langit.
±    Nabi Ayyub disembuhkan dari penyakitnya.
±    Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah ketika mengejar Nabi Musa AS
±    Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan hiu.
±    Allah menciptakan bumi, arsy, langit, dan gunung.
±    Allah menciptakan Adam dan Hawa.
±    Allah menciptakan Jibril.
±    Terjadinya kiamat.
Demikianlah betapa 10 Muharram adalah hari yang penuh dengan berkah dan kemuliaan karena ternyata dialamnya banyak terdapat peristiwa-peristiwa agung. Sekaligus adalah bulan dimana Islam memulai dengan paradigma baru dalam sejarah perjuangan dalam menyebarkan serta mengembangkan syari’at Islam, setelah kemudian melakukan Hijrah di negeri Madinah Al Munawwarah.


JAMAAH  MUJAHADAH  NIHADLUL  MUSTAGFIRIN  JATIROTO 2016
Teks Khutbah Idul Fitri tahun 1438 H./2017 M.


NILAI FILOSOFI IDUL FITRI MENUJU PENSUCIAN JIWA SOSIAL


ألســــــــــــــــلا م عليـــــــكم ورحمــة الله وبركاته    
الله أكبر    لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركون.لا إله إلا الله والله أكبرالله أكبر ولله الحمد
ألحمـد لله رب العـالمين ألذي أمرنا أن نقيـم الاجـتمـاع والاتحـاد والتواد د بين ألعـباد ونهـانا عـن التـفرق والتبـاغـض والابتـعـاد   أشـهـد ان لا إلــه إلا ألله وحـده لا شـريك لـه ألذي وعـد بيوم المـعاد  وأشـهـد أن سـيـدنا ومـولنـا مـحـمـدا عـبده ورسـوله ألحـائـز الشـرف والرفـق فـوق العـبـاد أللهـم صـل وســـلم على حبيـبنـا وشـفعيـنا محمــد وعـلى آلـه واسـحابـه ألمـطعيــن بشـريعــة الاســلام حـق ألاعـتمـا د.  أمـا بعـد.  أيـها الحـاضـرون إتـقـوا الله حـق تقـاتـه ولا تمـوتن إلا وأنتــم مســلمـــون.  أعـوذ با لله من الشــيطان الرجيــم باســـــم الله الرحمـــن الرحيــــم : يريـد ألله بكـم اليســر ولا يريـد بكــم العســر ولتـكمـلوا العـدة ولتكبـروا ألله على مـا هـداكــم ولعـلكـم تشـكرون. { ألبقـرة : 184}

Allahu Akbar……. 3x
Hadirin Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah….. !
          Untuk mengawali khutbah ini, marilah kita bersama-sama memuji dan bersyukur ke hadirat Allah SWT yang maha Ghafur, karena dengan rahmat dan taufik-Nya pada pagi hari yang cukup cerah ini yang disambut dengan senyumnya mentari di ufuk sebelah Timur dan diiringi dengan merdunya  kicauan burung-burung di pepohonan, Alhamdulillah kita telah dapat berkumpul dan bermuwajahah duduk bersimpuh rapat bergandengan  di atas sajadah kesadaran berlantaikan tanah pangkuan ilahi guna mengikuti dan melaksanakan shalat Idul Fitri di Tempat yang teramat muliya ini.
          Shalawat teriring salam, semoga tercurahkan kepada seorang hamba  pembela kebenaran, penerjang kebatilan, penegak keadilan dan hamba yang telah sukses membawa obor kemenangan bagi umat manusia di alam sejagat raya ini, tiada lain yaitu Baginda Nabi Agung Muhammad SAW.
Tidak lupa kepada keluarganya  yang suci para sahabatnya yang terpercaya juga kepada kita semua selaku umatnya yang tunduk patuh kepada ajaran Allah dan Rasul Nya…. Aamin …. !

Hadirin Jama’ah Iddul Fitri Yang Berbahagia……

         
selaku Khatib saya berwasiat khususnya untuk diri saya sendiri dan umumnya kepada bapak-bapak, ibu-ibu kaum muslimin, mari kita tingkatkan kesadaran dan keinsyafan iman kita kepada Allah SWT yang disertai taqwa yang sebenar-benarnya, karena hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan dapat menikmati  indah dan lezatnya kehidupan dunia dan akhirat.
ALLAHU AKBAR… 3x
Hadirin, Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah …….
          Dalam mengakhiri dan menutup bulan suci Ramadhan ini, kita sambut dengan takbir, tahmid dan tahlil sebagai pernyataan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan berkah-Nya Alhamdulillah kita telah dapat melaksanakan dan menyelesaikan ibadah puasa ramadhan,  sholat tarawih, dan telah pula menunaikan zakat.
           Seruan takbir, tahmid dan tahlil mengagungkan nama Allah, mengangkasa sejak tadi malam sampai pagi hari ini. Diucapkan oleh ratusan juta umat Islam di seluruh dunia. Tua, muda, laki-laki maupun perempuan sambil turun dan berjalan berduyun-duyun menuju masjid-masjid dan lapangan terbuka untuk melaksanakan shalat Iddul Fitri, sebagai tanda penutup ibadah puasa dan sebagai bukti selesainya program Ramadhan tahun ini.

Hadirin Yang dimulyakan Allah Swt……

Allahu Akbar 3X…, kini sampailah kita pada hari kemenangan, hari bahagia 1 Syawal tahun 1437 H, hari kita kembali pada fitrah, membersihkan diri dari segala macam kesalahan. Kita pakai baju baru, pikiran baru dan hidup baru, kembali untuk berbuat yang lebih baik dan baru.
          Lebaran harus kita isi tidak hanya sekedar saling ma’af-mema’afkan atau saling halal-menghalalkan, tetapi juga harus kita jadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi diri, dalam meningkatkan kualitas keimanan kita kepad Allah Swt, sehingga terciptanya insan kamil ( manusia yang berkarakter parifurna)  yang menebarkan kesholihan vertika maupun kesholihan sosial.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah……

          Kini  kita merasa gembira, karena tugas suci sudah selesai dikerjakan. Sebulan penuh kita bergaul dengan Ramadhan, sebulan penuh kita bersahabat dengan kesuciannya, yang ditandai dengan pelaksanaan ibadah puasa dan shalat sunat tarawih.
          Gema takbir, tahmid dan tahlil sering kali menggugah sanubari kita menjadi gemetar, pilu dan sedih. Namun pernahkah kita merasa tertipu oleh kepalsuan hawa nafsu,  yang akhirnya terperosok pada perbuatan yang mencemari kesucian ibadah puasa kita?, atau pernahkah kita membayangkan, di saat hari lebaran ini, nasib dan keadaan saudara-saudara kita yang tinggal di rumah-rumah kertas, yang mukim di lorong-lorong sempit di sepanjang rel-rel kereta api, dan saudara-saudara kita kekurangan

Hadirin sidang shalat Iddul Fitri yang berbahagia…
          Di balik kegembiraan kita kali ini, ternyata kesedihan dan keterharuan muncul dan mencekam pula,…, bukan sedih karena tidak berbaju baru, bukan sedih tidak berpakain dan bersepatu baru, melainkan kita merasa di bulan suci itu sering tertipu oleh hawa nafsu yang mengakibatkan kita terpeleset. Di bulan suci kita banyak menyeru untuk berbuat baik, tetapi di bulan suci itu pula kita membiarkan perbuatan-perbuatan mungkar merajalela,.. di bulan suci kita menyeru persatuan, tetapi di bulan suci itu pula kita biarkan umat terkotak-kotak karena pagar khilafiyah, dan berbeda aspirasi politik… itu semua kita sadari dan kita sesali pada hari ini dengan thobat yang sesungguhnya.
Jama’ah Sholat Iddul Fitri Yang Terhormat…..
          Kini Ramadhan telah pergi, menghadap Illahi Rabbi untuk melaporkan seluruh amal perbuatan ibadah puasa kita, dan Insya Allah kita nanti akan melihatnya di hadapan Tuhan Yang Maha Adil dan Bijaksana.
Dengan sikap ikhlas dan jujur kita akui, bahwa kita sering kehilangan keseimbangan antara kepentingan agama dan dunia, sehingga hidup ini terasa berat sebelah dan pada gilirannya mengakibatkan kehampaan bathin
        Seorang ahli hikmah berkata : “Perhatikanlah ruhanimu dan cukupkanlah segala kebutuhannya, engkau dinamakan manusia sempurna bukan karena jasadmu, tetapi engkau disebut manusia adalah karena ruhanimu…….!”.
Bapak, Ibu Kaum Muslimin Yang Berbahagia……

          Pada saat ini,  kita sedang duduk bersimpuh di atas sejadah kesadaran bermandikan air mata penyesalan, kita seakan berada dibawah naungan payung keagungan Rabbul Gafur, sambil memohon ampun ke Hadirat-Nya atas segala kesalahan dan kealpaan kita. Kita merunduk di hadapan kebesaran-Nya sambil mencoba mengkaji kembali langkah salah dimasa yang telah sudah.
          Kini satu persatu muncul di hadapan kita, ternyata hidup ini penuh dengan noda dan dosa. Kita sering menyalah gunakan nikmat, gelar kebanggaan hanya digunakan untuk merendahkan martabat teman sesame

Hadirin dan hadirat sidang Iddul Fitri yang berbahagia…
          Untuk itu, sudah saatnya kita menyadari apa yang kita lakukan selama ini, saat inilah dan untuk selanjutnya kita kembali pada hakikat yang fitri, manusia yang memiliki citra yang ihsan, bukan manusia bertabi’at hewan dan Iblis.
Dengan demikian, akhlak buruk kita , mudah-mudahan pada pagi hari ini, sirna habis terkuras percikan kalimat takbir, tahmid dan tahlil.
Hadirin Ma’asyiral rahimakumullah…
          Puasa bukan hanya menahan dan memindahkan jadwal makan dan minum dari siang ke malam hari saja, tetapi jauh lebih dari itu puasa juga mengajarkan pada kita, perlunya sikap disiplin, jujur dan punya integritas moral yang tinggi. Begitu pula, puasa mendidik kita agar punya sikap tenggang rasa dan kesetia kawanan antara sesama, sehingga tonggak pembeda antara si kaya dan si miskin dapat dihapus dengan kesamaan kewajiban sama-sama menahan lapar dalam bentuk ibadah puasa. Maka di sinilah hati kita akan lunak dan merasa kasihan,… betapa getir dan pahitnya ketika si fakir miskin mau makan dan minum , namun tidak punya apa-apa yang akhirnya terpaksa mereka harus menahan lapar…!?

          Maka muncullah pikiran dan perasaan kita untuk menolong mereka, yaitu dengan mengeluarkan zakat fitrah atau zakat mal sebagai bukti kita ikut mengentaskan kemiskinan, terutama dalam rangka pemerataan ekonomi agar tidak hanya mengucur pada kelompok tertentu, yang pada gilirannya akan muncul kesenjangan  sosial,
          
          Dengan kalimat takbir, tahmid dan tahlil yang disertai dengan tobat (memohon ampun) kepada Allah SWT. Mudah-mudahan segala kotoran habis bersih tidak nampak, yang tertinggal hanya satu, yaitu denyutan jantung penyesalan penuh luka bekas langkah kepalsuan dan dosa. Dengan siraman takbir, tahmid dan tahlil, jiwa kita menjadi pasrah rasanya menyerah kalah, tunduk dihadapan Allah Yang Maha Besar.
          Hati berbisik tanpa suara, menyodorkan noda dan dosa disertai harapan suci, yaitu inayah, hidayah dan maghfirah-Nya agar senantiasa tercurah, ketahanan iman terjaga kemampuan untuk membuktikan bahwa Islam itu tinggi lebih terasa dan agar kehidupan kita sebagai umat Islam, sekaligus sebagai bangsa Indonesia tercipta sejahtera.
Hadirin yang berbahagia…
          Kini di hadapan kita terbentang padang karya yang luas, tugas suci yang murni yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. Modal pokoknya adalah kesucian hati dan ketabahan jiwa sebagai hasil dari pembinaan ibadah puasa ramadhan satu bulan penuh khususnya.
Amar ma’ruf  nahi mungkar itu merupakan tugas kita bersama, menyeru orang untuk berbuat baik dan mencegah agar tidak berbuat jahat, baik di lingkungan keluarga maupun di sekitar tetangga, warga bangsa dan umat sejagat raya. Dan jangan sampai Iddul Fitri ini dicemari oleh limbah perbuatan dosa dan noda, yang menghilangkan kesucian ibadah kita.
Hadirin Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
    Untuk menghakhiri khutbah ini …. Mari kita bersama-sama menundukan kepala, mengkhusyukan hati sambil mengheningkan perasaan kita untuk berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah SWT
Allahumma Ya Allah Ya Mannan !
Ya Allah Ya Tuhan kami….
           Singkapkanlah hati kami Ya Allah, supaya kami dapat mensyukuri ni’mat karunia yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan kepada ke dua orang Tua kami, serta masukanlah kami ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih dengan cara kasih sayang-Mu…
بارك الله لي ولــكم ونفــعـني وإيـاكــــم بمـا فيـه من الايــات والذكر الحكـــيم وتقبل مني ومنكـــم تلاوتـــه إنـــه هـو الغأفور الرحيـــــــــــم


                                                                                 Jatiroto  03 Januari 2017

                                                                                Ust. Abdul Rosyid.S.Pd.SD


Khutbah Idul Adha 1439 H 2017 M

اللهُ اَكْبَرْx  9
اللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً ، لاَ إِلَهَ إِلاّ الله وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْن.
اللهُ اَكْبَرْ3
وَللهِ الْحَمْد. الْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ بَسَطَ لِعِبَادِهِ مَوَاعِدَ إِحْسَانِهِ وَإِنْعَامِه ، وَأَعَادَ عَلَيْنَا فِى هَذِهِ الأَيَّاّمِ عَوَائِدَ بِرِّهِ وَإِكْرَامِه ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى جَزِيْلِ إِفْضَالِهِ وَ إِمْدَادِهْ ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ جُوْدِهِ بِعِبَادِهِْ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فِىْ مُلْكِهْ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ عِبَادِهِ وَزُهَّادِهْ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الكَرِيْمِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا أُمَرَاءَ الْحَجِيْجِ لِبِلاَدِ اللهِ الْحَرَامِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اللهُ اَكْبَرْ3 X
 وَللهِ الْحَمْد ، أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِْ وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ الْعِيْدِ الأكْبَرْ وَيَوْمُ الْحَجِّ الأَفْخَرْ وَيَوْمٌ ابْتَلَى اللهُ خَلِيْلَهُ إِبْرَاهِيْمَ  عَلَيْهِ السَّلاَمْ – وَأَبَانَ اللهُ فَضِيْلَتَهُ لِلأْنَامِ فَتَقرَّبُوا – رَحِمَكُمُ اللهُ تَعَالَى – بِذَبَائِحِكُمْ وَعَظِّمُوْا شَعَائِرَ رَبِّكُمْ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُفْلِحُوْنْ.
اللهُ اَكْبَرْ3 X
 وَللهِ الْحَمْد.
KHUTBAH I
Allahu Akbar 3X walillahil hamd.
Sepanjang malam Gemuruh kalimat takbir, tahlil dan tahmid berkumandang bersahutan menggetarkan hati, menyentuh kalbu jiwa-jiwa yang beriman, lalu pagi ini dengan penuh kebersamaan walau dalam perbedaan ada yang datang berjalan kaki,memakai kendaraan, berjalan cepat atau memakai tongkat, laki-laki dan perempuan, tua-muda, yang sedih atau gembira semua datang untuk berjamaah bersama dihamparan bumi Allah menghidupkan sunnah sebagai bukti rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Sementara saudara-saudara kita yang menjadi tamu Allah ditanah suci dengan busana ihram yang sama mereka sedang berjuang keras melaksanakan rangkaian ibadah haji, tanggal 8 Dzilhijjah mereka berangkat dari Makkah menuju ‘Arafah, tanggal 9 Dzilhijjah setelah tergelincir matahari mereka melaksanakan wukuf dipadang‘Arafah. Pada malam harinya, mereka mabit di Muzdalifah dan mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah di Mina. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan yang akan mengingatkan kita pada saat kita berada dipadangal Makhsar.
Ya Allah semoga saudara-saudara kami yang sedang bertamu ke Rumah-MU diberikan kemudahan dan kesabaran, serta dapat kembali ke tanah air mereka dalam keadaan Mabrur. Amin Ya Rabbal ‘alamin
Allahu Akbar 3X walillahil hamd.
Bulan ini adalah bulan Dzil Hijjah, dimana didalamnya ada beberapa kejadian besar dalam sejarah Islam, dalam sebuah hadist Rasulullah saw. menerangkan : Nabi Adam ‘alaihissalam diterima taubatnya oleh Allah pada tanggal 1 Dzil Hijjah setelah sekian ratus tahun bertaubat. Do’a Nabiyullah Yunus ‘alaihisalam Diijabahi oleh Allah SWT dan dikeluarkan dari perut ikan pada hari kedua bulan Dzil Hijjah, pada hari ketiga do’anya Nabiyullah Zakariya ‘alaihissalam dikabulkan oleh Allah, pada bulan ini pula yakni tanggal empat Dzil Hijjah Nabiyullah Isa ‘alaihissalam dilahirkan. Demikian pula Nabiyullah Musa ‘laihissalam dilahirkan pada hari kelima di bulan Dzil Hijjah ini. Namun demikian kejadian yang besar yang tidak mungkin dilupakan oleh umat Islam adalah tarih atau sejarah ketaatan atau ketaqwaan seorang Kholilullah Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam dan keluarganya yang kita peringati pada hari ini.
Dalam kehidupan ini seringkali harta bisa membuat manusia lupa pada Allah SWT Yang Maha Kaya, seringkali pangkat dan jabatan kedudukan menjadikan manusia semakin jauh dari Dzat Yang Memberi dan Mengambil pangkat dan jabatan, Namun yang paling banyak kita jumpai adalah kecintaan seseorang terhadap istri dan anaknya mampu mengurangi kecintaan dan ibadahnya kepada Allah Rabbil ‘Izzati.
Dikisahkan sebelum Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam adalah Nabi yang sangat dermawan ia biasa menyembelih seribu ekor domba, tigaratus lembu dan seratus ekor unta untuk sabilillah, banyak orang yang berdecak kagum bahkan para malaikatpun menganguminya. Melihat dan mendengar kekaguman tersebut Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata : Kalau saja aku punya seorang anak dan Allah meminta agar aku mengorbankannya maka niscaya akan aku korbankan dia.
Pada malam tarwiyyah tanggal 8 Dzil Hijjah Allah menguji ketaqwaan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, beliau bermimpi diperintah “penuhilah nadzarmu” yaitu menyembelih putra kesayangannya. Waktu itu Nabi Ibrahim belum yakin dan dan masih berfikir apakah perintah itu datang dari Allah atau hanya dari syaitan yang ingin merusak keharmonisan rumah tangganya ( يَتَرَوَّىْ إِبْرَاهِيْمُ أَهُوَ مِنَ اللهِ أَمْ مِنَ الشَّيْطَانِ ) yang akhirnya kita kenal dengan yaumut tarwiyah.
Dalam hadits Nabi dinyatakan :
مَنْ صَامَهُ أُعْطِيَ مِنَ الأَجْرِ مَا لاَ يَعْلَمهُ إِلاّ اللهُ
”barangsiapa berpuasa pada hari tarwiyah maka dia akan mendapat pahala yang besar tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah “
Keesokan harinya pada tanggal 9 Dzil Hijjah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bermimpi lagi dengan mimpi yang sama. ( عَرَفَ إِبْرَاهِيْمُ أَنَّهُ مِنَ اللهِ ) yakinlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bahwa mimpi itu benar-benar datang dari Allah SWT. Maka, tanggal 9 Dzil Hijjah kita sebut yaumu ‘Arafah.
Dalam hadits Nabi disebutkan :
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ ، فَقَالَ : يُكَفُِّر السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“Bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa ‘Arafah maka beliau menjawab :Barang siapa mau berpuasa pada hari Arafah maka Allah akan mengampuni dosanya satu tahun sebelum dan sesudahnya”
Ma’asyiral muslimin wa zumratal mukminin rahimakumullah.
Allahu Akbar 3X walillahilhamd.
Pada malam ketiganya Nabi Ibrahim bermimpi lagi dengan impian yang sama maka beliau bertekad untuk memenuhi nadzarnya yaitu menyembelih putra kesayangannya, maka pada hari pelaksanaannya disebut dengan “yaumun nahr“ hari pelaksaanan penyembelihan.
Kisah Qurban penyembelihan Nabi Ismail ‘alaihissalam oleh ayahandanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat asshoffat 102:
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.
Hadirin jamaah ‘Iedul Adha yang dimulyakan  oleh Allah.
Yang namanya iblis selamanya tidak akan pernah diam melihat manusia akan melaksanakan ibadah menaati perintah Allah SWT, maka satu-persatu dari keluarga mulia ini digodanya, mulai dari dari Ibrahim ‘alaihissalam sebagai kepala keluarga, Siti Hajar ibu rumah tangga, lalu Isma’il sebagai anggota keluarga terakhir tak luput dari godaannya. Benteng ketaqwaan dan keshalihan yang kokoh dari seluruh anggota keluarga ini tak mampu dikoyak oleh Iblis laknatullahi ‘alaih.
Sungguh pelajaran yang sempurna dari Allah, bahwa setiap keluarga muslim pasti akan mendapatkan godaan Iblis laknatullahi ‘alaih, terkadang godaan itu lewat ayah, ibu atau bahkan lewat orang-orang yang kita sayangi yaitu anak-anak kita.
Semoga seluruh anggota keluarga mampu memetik pelajaran indah dan hebat dari kisah keluarga nabi Ibrahim ‘alaihim as salam, kita yang menjadi ayah semoga bisa menjadi seorang ayah yang demokratis, adil dan bijaksana sebagaimana Nabi Ibrahim yang mengajak putranya bermusyawarah untuk melaksanakan perintah besar dari Allah, para wanita yang ditaqdir oleh Allah menjadi ibu, semoga mampu meneladani Siti Hajar profil ibu rumah tangga yang mendukung,membantu dan mendo’akan suami dalam menaati perintah Allah, Yang saat ini masih anak-anak,remaja semoga bisa meniru keshalihan Isma’il yang dengan keimanan yang menancap kelubuk hati dan ketawaannya yang tinggi menjadikan ia sabar dan ikhlas untuk berbakti kepada orang tuanya sekalipun ia harus “dikorbankan” oleh Ayahnya sendiri demi mengikuti perintah Allah.
Bila sebuah keluarga sudah kuat maka Negara akan menjadi kuat dan hebat.
Pada ayat ke 103-108 kita dapat membaca secara runtut sejarah keteguhan pribadi Ibrahim dan Putranya Ismail ‘alaihimassalam dalam melaksanakan perintah Allah SWT:
103. tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
104. dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu[1284] Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi     Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[1285].
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian,
[1284] Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.
[1285] Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji.
Allahu Akbar 3X walillahil hamd.
Karena keikhlasan dan ketaqwaan yang betul-betul dari keluarga ini, akhirnya Allah SWT menebus (mengganti) nabi Ismail ‘alaihissalam dengan tebusan sembelihan yang besar, seekor kambing yang dibawa dari surga oleh malaikat Jibril. Malaikat Jibril bertakbir (Allahu Akar 3X) diteruskan oleh nabi Ibrahim (Lailaha illallahu Allahu Akbar) diakhiri oleh nabi Ismail (Allahu Akbar wa Lillahilhamd).
Betapa penting ajaran menyembelih hewan qurban dalam Islam sehingga Rasulullah saw dengan tegas mengatakan:
  مَنْ وَجَدَ سَعَةً وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
“Barangsiapa memiliki kemampuan,tetapi tidak mau menyembelih hewan qurban maka janganlah ia mendekati musholla kami.”
Dari tegasnya larangan Rasululah “ janganlah mendekati tempat sholat kami” sehingga sebagian ulama’ berpendapat bahwa menyembelih hewan qurban berhukum wajib atas mereka yang kaya, namun pendapat yang lebih kuat menyatakan hukum berkurban adalah sunnah muakkad.
Bila saat ini sebagian dari kita belum memiliki kemampuan berkorban mudah-mudahan tahun yang akan datang Allah memberi kita rizqi yang cukup untuk berkorban. Sebab pahalanya orang berkorban sangat besar sebagaimana diriwayatkan:
(( أنَّ دَاوُدَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمْ قَالَ : إِلَهِى مَا ثَوَابُ مَنْ ضَحَّى مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمْ ؟ ، قَالَ: ثَوَابُهُ أَنْ أُعْطِيَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلَى جَسَدِهِ عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَأَمْحُوْ عَنْهُ عَشْرَ سَيِِّئَاتٍ وَأَرْفَعُ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ وَلَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ قَصْرٌ فِى الْجَنَّةِ وَجَارِيَةٌ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ وَمَرْكَبٌ مِنْ ذَوَاتِ الأَجْحَةِ )).
“ Sesungguhnya Nabi Daud bertanya pada Allah? “ Ya Allah apa pahala umat Muhammad ‘alaihissholatu wassalam yang berkorban ?” Allah SWT menjawab : “ Pahala bagi orang berkorban adalah Allah akan memberi ganti satu helai bulu hewan korban dengan sepuluh kebaikan, dan Allah menghaps karenanya sepuluh kejelekan, mengangkat karenanya sepuluh derajat, dan setiap helai bulu korban akan diganti di akhirat dengan sebuah istana di surga dan satu bidadari yang amat jelita, dan satu hewan tunggangan yang bersayap”.
Sedangkan bagi yang mereka yang memiliki kemampuan berkorban tapi ia tidak mau berkorban sampai ia meninggal maka dikhawatirkan ia mati dalam keadaan suul khotimah, sebagaimana sabda Nabi SAW:
أَنّهُ قَالَ : (( مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضَحِّ فَلْيَمُتْ إِنْ شَاءَ يَهُوْدِيًّا وَإِنْ شَاءَ نَصْرَانِيًّا ))
Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda : “barangsiapa memiliki kemampuan berkorban tapi ia tidak mau berkorban sehingga ia meninggal maka ia bisa meninggal dalam keadaan yahudi dan juga bisa dalam keadaan nasrani.
Semoga bermanfaat
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْم . إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرْ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَاتْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرْ.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى القُرْآنِ الْعَظِيْمْ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم. اللهُ أَكْبَرْ 3X وَللهِ الْحَمْد.

Abdul Rosyid ,Alumni Ponpes API tegalrejo Magelang




KHUTBAH 2
Di penghujung khutbah ini, marilah sejenak kita menundukkan jiwa dan hati untuk menyampaikan doa-doa kita kepada Sang Maha mendengar, Allah Azza wa Jalla. Semoga doa-doa itu terhantarkan ke sisi Allah Ta’ala bersama dengan ibadah kurban yang kita tunaikan hari ini.
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسوله الأمين و على آله وصحبه والتابعين،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ بِأَنَّكَ أَهْلٌ أَنْ تُحْمَد وَنَشْكُرُكَ بِأَنَّكَ أَهْلٌ أَنْ تُشْكَر وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ فَإِنَّكَ أَنْتَ أَهْلُ الْمَجْدِ وَالثَّناَءِ ،رَبَّناَ ظَلَمْناَ أَنْفُسَناَ ظُلْماً كَثِيْراَ وَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْ لَناَ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْناَ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَحِيْم
Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang menciptakan kami, Engkaulah satu-satuNya yang berhak untuk kami sembah…Hari ini kami datang mengetuk pintu ampunanMu. Hari ini kami hadir bersimpuh dengan peluh-peluh dosa yang melekat di tubuh kami yang lemah ini. Ya Allah, betapa kami sering lupa bahwa kehidupan dunia ini sangat singkat, hingga kami pun jatuh dan jatuh lagi dalam kedurhakaan terhadap perintahMu. Ya Allah, ampunilah kami, ampunilah kami, ampunilah kami. Ya Allah, jika Engkau menutup pintu ampunanMu yang agung, kepada siapa lagi kami harus mencari ampunan…
Ya Allah, ya Rabbana, berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk menjadi orangtua yang terbaik untuk putra-putri kami… Hanya Engkau satu-satuNya yang dapat memberikan kekuatan untuk mendidik mereka dengan sebaik-baiknya… Ya Allah, jadikan anak-anak kami sebagai penyejuk hati kami, yang selalu mendoakan kami saat kami sendiri dalam kegelapan alam kubur… Ya Allah, karuniakan kepada kami anak-anak yang mencintai al-Qur’an dan Sunnah NabiMu…
Ya Allah, selamatkan negeri ini dari pemimpin-pemimpin yang zhalim… Karuniakan untuk kami para pemimpin yang adil dan mencintai SyariatMu… Izinkan kami untuk menikmati indahnya negeri ini di bawah naungan SyariatMu yang Maha Adil…
Ya Allah, Zat Yang Maha Mengabulkan doa kabulkanlah doa kami, penuhilah permintaan kami, kamilah hamba-Mu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Mendengar, Engkaulah Penguasa satu-satunya Yang Haq, Engkaulah sebaik-baik Pemberi yang diharap.
رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ